Rabu, 11 Juni 2008

Pentingnya Back-up Blog

Oh, ada lagi orang yang mengeluh karena kehilangan data tanpa punya salinannya. Kapan orang-orang akan belajar bahwa “back-up adalah sebagian dari iman”?

Mungkin mereka tahu hal tersebut, tetapi tidak terlalu perduli. Alasannya sederhana: kejadian kehilangan data tidak terlalu sering terjadi (meskipun jika terjadi, kehidupan berkomputer akan luluh lantak), dan tentu saja karena proses back up data itu sulit dan tidak murah.

Apalagi yang namanya backup data dari sebuah blog. Buat apa? Bagaimana pula caranya? Pertanyaan-pertanyaan itu mungkn muncul di benak para blogger pemula yang baru saja mulai membangun blog-nya.

Alasan Back-up

Ada beberapa alasan utama kenapa blog juga harus di-back-up, apalagi kalau melakukan proses blog sudah berlangsung selama beberapa tahun. Kemungkinan kehilangan data selalu ada.

Meskipun data tersimpan di server blog, tetap saja server bisa bermasalah. Bisa jadi, blog berisi kumpulan pemikiran yang tak ternilai harganya. Apa rasanya kehilangan barang yang tidak ternilai harganya?

Berikut ini adalah alasan lain yang bisa disebut.
  • Siapa tahu blog hendak dipindah ke server lain yang lebih murah, lebih andal, lebih cepat, dan lebih-lebih lainnya.
  • Blog jadi amburadul setelah pengaturan yang salah. Ketika itu, blog ingin dikembalikan ke kondisi ke keadaan sebelum pengaturan yang salah.
  • Blog kena hack (mungkin) karena pemilik blog adalah seorang selebritis, pejabat pemerintah, atau orang yang nasibnya memang kurang beruntung.
Caranya?

Saya  tidak akan membahas cara back-up blog yang rumit dan mahal yang melibatkan HTML, PHP, cron, FTP, dan mahluk-mahluk aneh lainnya. Proses backup untuk orang biasa haruslah semudah mungkin, semurah mungkin, dan berjalan otomatis seakan mereka tidak akan pernah melakukannya.

Kami menggunakan layanan back-up gratisan yang bernama BlogBackUpOnline (www.blogbackuponline.com). Layanan ini akan menyalin isi dari blog dan menyimpannya di tempat yang aman. Salinan itu bisa digunakan suatu saat nanti jika diperlukan. Selain itu, BlogBackUpOnlnie juga mendukung berbagai platform blog yang populer saat ini, mulai dari Blogger sampai Wordpress.

Cara menggunakannya sangatlah mudah. Ikuti saja langkah-langkah berikut ini.
  1. Anda mendaftarkan diri dengan memasukkan alamat e-mail dan memilih password yang diinginkan (masukkan dua kali). Jangan lupa klik tombol [Signup]
  2. Buka e-mail konfirmasi yang dikirimkan oleh mereka untuk mengaktifkan akun.
  3. Setelah aktif, login sekali lagi .
  4. Klik tombol [Start Registering Your Blog].
  5. Masukkan alamat blog dan klik [Register Blog].
  6. Selesai.

Perhatian!

Yang harus diperhatikan adalah layanan ini menggunakan teknologi RSS untuk mengambil data dari blog. Karena itu, pada beberapa blog yang RSS feed-nya merupakan ringkasan atau versi pendek (summary) dari isi posting, layanan BlogBackUpOnline menjadi tidak efektif.

Tetapi tentu saja, untuk para blogger profesional, urusan bakcup sudah tidak menjadi masalah karena mereka sudah menggunakan sarana yang lebih canggih. Sedangkan untuk blogger biasa yang mengalami masalah yang sama, bisa mengunjungi halaman bantuan di www.techrigy.com/bbohelp/doku.php?id=configure_blogger_feed.

Selasa, 10 Juni 2008

Agar Dokumen Tak Hilang

Ada beberapa tips agar dokumen tidak hilang. Tidak perlu hal-hal yang kelewat teknis. Cukup ubah kebiasaan berkomputer saja.

Di Windows, ada folder bernama “My Documents”. Folder itu sudah dari sananya ada di Windows, seolah Microsoft membuatkan sebuah tempat bagi pengguna Windows untuk menyimpan dokumen-dokumen.

Standarnya, folder itu berada di dalam satu drive dengan sistem operasi—bukan sesuatu yang aman. Kenapa enggak aman? Karena ketika sistem operasi terganggu, bisa jadi dokumen-dokumen yang ada di folder itu juga turut terganggu, bahkan tidak bisa diakses sama sekali....
Kalau dokumen sudah tidak bisa diakses kembali, orang bisa panik, kemudian mengangkat telepon, menghubungi PCplus, bertanya bagaimana memperoleh dokumen itu kembali. Ya, itulah pertanyaan yang beberapa hari terakhir ini PCplus terima melalui telepon.

Makanya, kali ini PCplus berikan tutorial untuk mencegah hilangnya data. Tujuannya biar seperti kata pepatah “sedia paying sebelum hujan”. Tapi, tutorial ini tidak menjamin data seratus persen aman. Mengutip kata pelawak Asmuni (almarhum), “Tidak ada hil yang mustahal.”

Tapi, paling tidak, memperkecil risiko kehilangan data. Ayo deh, mulai dengan tips nomor satu.

Jangan Simpan Data di Drive Sistem Operasi

Masalah ini sudah disinggung sedikit di awal “cerita” tadi. Di mana posisi sistem operasi? Biasanya di C, bukan? Bisa juga di D, kalau komputer punya dua sistem operasi. Pokoknya, mau di mana pun sistem operasi, jangan simpan data di situ.

Ada saja masalah yang bisa menyerang sistem operasi, seperti virus dan file yang korup. Kadang-kadang (atau seringkali ya?) solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu adalah dengan menginstal ulang sistem operasi.

Solusinya, kalau punya dua hard disk, simpan data di hard disk yang berbeda dengan hard disk yang berisi sistem operasi. Kalau cuma punya satu hard disk, buatlah sebuah partisi khusus untuk menyimpan data.

Kalau masih merasa takut di hard disk biasa, belilah hard disk eksternal. Nah, pada beberapa hard disk eksternal, ada fitur untuk back-up data. Fitur itu berupa peranti lunak yang secara otomatis akan melakukan back-up terhadap data yang sudah ditentukan dan pada lokasi yang sudah ditentukan pula.

Jadwalkan Back-up

Penentuan lokasi penyimpanan yang berbeda dengan sistem operasi baru satu cara. Tapi ingat, hard disk pun bisa rusak. Makanya, selain disimpan di hard disk, simpan data di tempat lain, misalnya di keeping DVD. Tapi, keping DVD bisa tergores, jadi isinya tidak bisa dibaca?
Kalau satu back-up kurang, buat beberapa. Kalau keping-keping DVD dirasa tidak cukup, cari saja situs web penyimpanan online. Banyak kok situs web yang melayani penyimpanan data online, mulai dari yang gratis sampai yang mahal.

Salah satu situs web yang punya layanan penyimpanan gratis adalah IDrive (www.idrive.com). Situs web ini menyediakan ruang sebesar 2GB. IDrive juga menyediakan peranti lunak untuk mempermudah transfer file. Biar lebih jelas, kapan-kapan PCplus bahas situs web ini deh.

Hati-Hati Menyalin File Baru

Punya file yang mau disalin, misalnya dari USB flash disk (UFD) ke hard disk? Hati-hati. Bukan cuma virus yang perlu diperhatikan (kalau masalah virus sih pasti sudah jadi perhatian), tapi juga nama file.

Jangan sampai, file yang disalin dari UFD, juga media lain, “menimpa” file yang sudah ada di hard disk. Lain halnya kalau itu memang sudah disengaja. Tapi, kalau tidak disengaja, bisa menyebabkan file lain hilang.

Misalnya, ada file “rencana.doc” yang berisi rencana pembelian PC disalin dari UFD ke folder D:-Dokumen di hard disk. Padahal, di tempat itu sudah ada file bernama yang sama tapi isinya rencana pembelian sayur. Lah, kalau saja file dari UFD menimpa file di hard disk, berarti hilanglah rencana pembelian sayur. (Alex Pangestu alex@tabloidpcplus.com )

Pindahkan “My Documents”

Folder “My Documents” semestinya dipakai untuk menyimpan dokumen. Tapi, malah ada tips agar tidak menyimpan dokumen di situ. Pasalnya, folder itu terletak pada drive yang sama dengan drive sistem operasi. Risikonya tinggi menyimpan file di drive sistem operasi. Ketika sistem operasi bermasalah dan harus diinstal ulang, file bisa hilang.

Salah satu solusi adalah dengan menyimpan file di drive lain. Mubazir dong “My Documents”nya? Yah, begitulah. Tapi, sebetulnya kita bisa merujuk folder lain sebagai folder “My Documents”. Nanti, posisi folder itu tetap sama di Windows Explorer. Tapi sebetulnya, folder itu berada di drive yang lain. Caranya begini.

1. Buka Windows Explorer.
2. Klik kanan pada [My Documents] terus klik [Properties].
3. Klik [Move…].
4. Ketika muncul jendela untuk melakukan browse, cari folder yang berisi dokumen-dokumen.
5. Klik [OK].
6. Tutup jendela Properties.
7. Selesai.

(sumber : tabloidpcplus.com)

Tingkatkan Performa Flash Disk

Di Windows Me dan Windows 2000, pengoperasian USB flash disk terasa sedikit merepotkan. Anda dipaksa harus mengklik ikon [Safely Remove Hardware] di system tray dan mengklik tombol [Stop] sebelum mencabut piranti USB.
Kini, di Windows XP, kewajiban tersebut sudah tidak ada lagi. Anda bisa mencabut flash disk kapan saja selama tidak dalam proses transfer data. Pengoperasian flash disk pun jadi lebih mudah.
Akan tetapi kemudahan tersebut harus dibayar dengan menurunnya performa flash disk. Ini disebabkan karena Windows harus menonaktifkan fitur write cache demi fleksibilitas tadi, sehingga performa harus dikorbankan.
Nah, bagi Anda yang mengutamakan performa flash disk sebagai nomor satu, Anda harus mengaktifkan write cache ini dari Device Manager. Caranya:
Klik [Start] > [Control Panel] > [Performance and Maintenance] > [System].
Pilih tab [Hardware].
Buka jendela Device Manager dengan mengklik tombol [Device Manager].
Masuklah ke disk drives, dan klik kanan pada nama USB flash disk.
Pilih [Properties].
Masuklah ke tab [Policies] kemudian ubah radio button [Optimize for quick removal] menjadi [Optimize for Performance].
Tekan [OK], lalu tutup jendela Device Manager dan System Properties.
Restart Windows.
Setelah Anda mengaplikasikan trik ini jangan lupa untuk selalu mengklik [Safely Remove Hardware] sebelum mencabut flash disk.

Selamat Mencoba....
( Sumber; web site tabloidpcplus.com )

Senin, 09 Juni 2008

Kemampuan Bakar CD Tanpa Batas

Jika Anda terbiasa menggunakan Nero Burning ROM sebagai peranti lunak pembakar CD, pasti Anda hafal betul dengan perilaku Nero yang secara otomatis menyesuaikan kemampuan maksimal CD dengan burner-nya.

Misalkan, jika Anda memasukkan CD dengan kemampuan bakar 32x pada kandar CD-RW berkecepatan 52x, maka saat Anda membakar CD ini opsi kecepatan yang tersedia "hanya" akan mencapai 32x saja.

Repotnya, tidak semua kecepatan bakar riil suatu CD dapat dikenali oleh Nero. Beberapa jenis CD kosong yang kurang bermutu seringkali memiliki kecepatan bakar di bawah angka yang tertera pada keping CD.

Sesungguhnya CD tersebut masih bisa "dipaksa" agar mau dibakar dengan kecepatan yang tertera pada kepingan tersebut. Caranya begini.

1. Jalankan Registry Editor dengan mengklik [Start] > [Run...] kemudian ketik regedit pada menu Run dan klik [OK].
2. Pada Registry Editor, masuklah ke subkey HKEY_CURRENT_USER\Software\Ahead\Nero Burning ROM\Recorder.
3. Di jendela bagian kanan, klik kanan mouse lalu pilih [New] > [DWORD value].
4. Namakan DWORD value baru tersebut dengan nama UseStaticWriteSpeedTable.
5. Berikan nilai 1 sebagai value data UseStaticWriteSpeedTable ini.
6. Klik [OK] dan tutup Registry Editor.
7. Restart Windows.
Setelah melakukan pengeditan registri, Anda bisa langsung mencoba membakar CD dengan kecepatan maksimal. Selamat mencoba.

Selamat Mencoba....
( Sumber : web site tabloidpcplus.com )

Menambahkan Pilihan pada Find Windows

Bila Anda ingin menambahkan beberapa pilihan Find yang terdapat dalam menu pop-up pada My Document (bila Anda klik kanan icon tersebut maka menu pop-up akan muncul), Anda bisa melakukannya dengan menambahkan beberapa data registry pada sistem registry Windows.
Untuk menjalankannya, salinlah data registry dibawah dengan menggunakan Notepad, lalu simpan dengan file yang berekstensi .REG. Untuk menggabungkannya, Anda tinggal mengklik dua kali icon file tersebut.

REGEDIT4
; Remove the old key - if it exists
[-HKEY_CLASSES_ROOT\CLSID\{450D8FBA-AD25-11D0-98A8-0800361B1103}\Shell\&find...]
[HKEY_CLASSES_ROOT\CLSID\{450D8FBA-AD25-11D0-98A8-0800361B1103}\Shell] @=""
[HKEY_CLASSES_ROOT\CLSID\{450D8FBA-AD25-11D0-98A8-0800361B1103}\Shell\find]
@="&Find..."
"EditFlags"=hex:01,00,00,00
[HKEY_CLASSES_ROOT\CLSID\{450D8FBA-AD25-11D0-98A8-0800361B1103}\Shell\find\ddeexec]
@="[FindFolder(\"{450D8FBA-AD25-11D0-98A8-0800361B1103}\", \"%1\")]"
"NoActivateHandler"=""
[HKEY_CLASSES_ROOT\CLSID\{450D8FBA-AD25-11D0-98A8-
0800361B1103}\Shell\find\ddeexec\application]
@="Folders"
[HKEY_CLASSES_ROOT\CLSID\{450D8FBA-AD25-11D0-98A8-0800361B1103}\Shell\find\ddeexec\ifexec]
@="[]"
[HKEY_CLASSES_ROOT\CLSID\{450D8FBA-AD25-11D0-98A8-0800361B1103}\Shell\find\ddeexec\topic]
@="AppProperties"

[HKEY_CLASSES_ROOT\CLSID\{450D8FBA-AD25-11D0-98A8-0800361B1103}\Shell\find\command]
@="explorer.exe"
.:.sat

Imbuhkan Chace Icon dengan Maksimal

Bila pada icon Anda secara konstan berubah, dan ini penyebabnya biasanya adalah pada file WINDOWS\shelliconcache telah penuh. File ini tidak tampak, karena memang terhidden, tetapi untuk menghapusnya dari non-Windows DOS session tentunya akan mengalami kesulitan untuk mencari icon tersebut. Untuk mendapatkan solusi yang terbaik adalah meningkatkan batas ukuran untuk file tersebut.
Biasanya secara default Windows akan memberikan kapasitas hanya 1 MB saja, tapi Anda bisa saja meningkatkan kapasitasnya menjadi maksimal 8 MB. ikutilah petunjuk dibawah untuk menambah kapasitasnya menjadi 8 MB. Salinlah, data dibawah, simpan dengan file berekstensi .REG, lalu jalankan file tersebut.

REGEDIT4
[HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\explorer]
"Max Cached Icons"="8192"

Atau jika Anda tidak ingin memberikan chace icon secara maksimal, Anda bisa menyalin data di bawah, yang memberikan empat pilihan untuk Anda, yaitu 1024, 2048, 4096 dan 8192. Anda bisa menentukan pilihan tersebut dari Explorer, View, Folder Options, View tab, ddisitu akan terdapat emapt pilihan tersebut. Salinlah data ini juga menggunakan Notepad dan disimpan dengan file berekstensi .REG.

REGEDIT4
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\explorer\Advanced\IconCache]
"Text"="Icon Cache Size"
"Type"="group"
"Bitmap"="SHDOC401.DLL,6"
"HelpID"="update.hlp#51140"
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\explorer\Advanced\IconCache\Small]
"RegPath"="Software\\Microsoft\\Windows\\CurrentVersion\\Explorer"
"Text"="1024 Icons"
"Type"="radio"
"CheckedValue"="1024"
"ValueName"="Max Cached Icons"
"DefaultValue"="2048"
"HKeyRoot"=dword:80000002
"HelpID"="update.hlp#51140"
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\explorer\Advanced\IconCache\Medium]
"RegPath"="Software\\Microsoft\\Windows\\CurrentVersion\\Explorer"
"Text"="2048 Icons"
"Type"="radio"
"CheckedValue"="2048"
"ValueName"="Max Cached Icons"
"DefaultValue"="2048"
"HKeyRoot"=dword:80000002
"HelpID"="update.hlp#51140"
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\explorer\Advanced\IconCache\Large]
"RegPath"="Software\\Microsoft\\Windows\\CurrentVersion\\Explorer"
"Text"="4096 Icons"
"Type"="radio"
"CheckedValue"="4096"
"ValueName"="Max Cached Icons"
"DefaultValue"="2048"
"HKeyRoot"=dword:80000002
"HelpID"="update.hlp#51140"
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\explorer\Advanced\IconCache\Huge]
"RegPath"="Software\\Microsoft\\Windows\\CurrentVersion\\Explorer"
"Text"="8192 Icons"
"Type"="radio"
"CheckedValue"="8192"
"ValueName"="Max Cached Icons"
"DefaultValue"="2048"
"HKeyRoot"=dword:80000002
"HelpID"="update.hlp#51140"
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\explorer]
"Max Cached Icons"="2048"
.:. sat

Nonaktifkan Fungsi Caps Lock

Bila mempunyai sistem operasi Windows 98, dan Anda mungkin sudah bosan dengan fungsi tombol Caps Lock, Anda bisa saja mendisable fungsi tersebut. Dan untuk mendisble fungsi tombol tersebut, salinlah data registry dibawah ini, dan simpan kedua file tersebut dengan ekstensi .REG.
Di bawah ini ada dua data registry, yang satu untuk mendisble, dan yang satunya untuk mengenblekannya kembali. Catatan: Fungsi ini hanya bekerja dengan Microsoft mouse drivers (Intellipoint®).

[version]
signature="$CHICAGO$"
SetupClass=BASE
[DefaultInstall]
AddReg = INF.AddReg
[INF.AddReg]
HKCU,"Control Panel\Microsoft Input Devices\Keyboard","CapsLock",,"OFF"
HKCU,"Control Panel\Microsoft Input Devices\Keyboard","CapsLockDisable",,"ON"
Setelah Anda menjalankan file .REG, restartlah komputer Anda, dan apa yang terjadi, tombol Caps Lock Anda tidak berfungsi lagi. Untuk mengembalikan fungsi tombol tersebut, installah file .REG dibawah ini.
[version]
signature="$CHICAGO$"
SetupClass=BASE
[DefaultInstall]
AddReg = INF.AddReg
[INF.AddReg]
HKCU,"Control Panel\Microsoft Input Devices\Keyboard","CapsLock",,"ON"
HKCU,"Control Panel\Microsoft Input Devices\Keyboard","CapsLockDisable",,"OFF"
.:. sat

Menambah Fungsi DVD pada Media Player

Bila Anda menambahkan perangkat DVD pada komputer, tentunya ANda juga membutuhkan sebuah aplikasi yang bisa menjalankan DVD tersebut. Jangan kawatir, karena Anda bisa menambahkan fungsi DVD pada program Media Player. Untuk menambahkan fungsi tersebut Anda harus mengubah sistem registry pada Media Player tersebut. Salin data registry dibawah, dan simpan dengan ekstensi REG, lalu aplikasikan.
REGEDIT4
[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\MediaPlayer\Player\Settings]
"EnableDVDUI"="yes"
.:. sat

Non Aktifkan Tombol Cancel Saat Logon

Bila menggunakan sistem proteksi pada Wiondows, dimana saat logon selalu diharuskan untuk mengisi password, tapi bila Anda tekan tombol Esc atau tombol Cancel maka pengisisan password tersebut bisa diabaikan. Nah sekarang bagai mana tombol Cancel tersebut di nonaktifkan. Untuk menonaktifkan tombol Cancel, salinlah data registry dibawah ini, lalu jalankan icon REG tersebut.
REGEDIT4
[HKEY_USERS\.DEFAULT\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run]
"NoLogon"="C:\\WINDOWS\\RUNDLL32.EXE shell32,SHExitWindowsEx 2"
.:. sat

Kembalikan Kemampuan Open in New Windows

Bila Anda ingin membuka jendela baru pada sebuah link, tentunya Anda harus melakukan klik kanan, kemudian memilih Open New Window. Untuk mendapatkan kemampuan membuka dengan jendela baru pada link tersebut, salinlah registry dibawah ini, simpan pada file berekstensi REG. Setelah klik dua kali icon dari file tersebut untuk menggabungkannya dengan sistem registry Windows.

REGEDIT4
[HKEY_CLASSES_ROOT\Interface\{79eac9c2-baf9-11ce-8c82-00aa004ba90b}\ProxyStubClsid32]
@="{B8DA6310-E19B-11D0-933C-00A0C90DCAA9}"
[HKEY_CLASSES_ROOT\Interface\{79eac9c3-baf9-11ce-8c82-00aa004ba90b}\ProxyStubClsid32]
@="{B8DA6310-E19B-11D0-933C-00A0C90DCAA9}"
[HKEY_CLASSES_ROOT\Interface\{79eac9c4-baf9-11ce-8c82-00aa004ba90b}]
@="IHlinkTarget"
[HKEY_CLASSES_ROOT\Interface\{79eac9c4-baf9-11ce-8c82-00aa004ba90b}\ProxyStubClsid32]
@="{B8DA6310-E19B-11D0-933C-00A0C90DCAA9}"
[HKEY_CLASSES_ROOT\Interface\{79eac9c5-baf9-11ce-8c82-00aa004ba90b}\ProxyStubClsid32]
@="{B8DA6310-E19B-11D0-933C-00A0C90DCAA9}"
[HKEY_CLASSES_ROOT\Interface\{7BF80981-BF32-101A-8BBB-00AA00300CAB}]
@="Picture"
[HKEY_CLASSES_ROOT\Interface\{7BF80981-BF32-101A-8BBB-00AA00300CAB}\ProxyStubClsid32]
@="{00020420-0000-0000-C000-000000000046}"
.:. sat

Selamat Mencoba....
( Sumber : web site komputekonline.com )

Mencari File di Google

Kita tentu mengenal Google (www.google.com) sebagai mesin pencari paling populer di dunia. Tinggal ketikkan kata kunci yang ingin dicari maka akan muncul hasil yang kita inginkan.
Nah, saat ini mungkin anda terbiasa mencari file dalam bentuk HTML. Padahal sebenarnya banyak sekali file-file non HTML di Google yang bisa kita dapatkan. Sebagai contoh, anda ingin mencari file presentasi sebuah proyek dalam format Power Point (PPT) di Google.

Anda bisa mencari file dalam format Power Point dengan cara... mengetikkan kata berikut: New Project filetype:PPT Selain format Power Point, banyak pula format non HTML lain yang teredia di Google.

Diantaranya yang paling banyak adalah dalam format Adobe Portable Document Format (PDF). Misalnya anda ingin mencari data dalam format PDF. Bisa ketikkan, New Project filetype: PDF.
Format lain yang tersedia di Google antara lain adalah Microsoft Excel (xls), Lotus 123 (wk1, wk2, wk3, wk4, wk5), Lotus WordPro (lwp), Microsoft Word (doc), Rich Text Format (rtf) atau Text (txt).

Pencarian seperti ini akan bermanfaat bila kita ingin mendapatkan contoh sebuah presentasi, makalah maupun dokumen surat bisnis.
Silakan mencoba!

( Sumber : web site telkom.net )

Kamis, 01 Mei 2008

My Friends

Bagi yang mau tukeran link, link ke blog aku di http://aray-aziera.blogspotl.com ya...tapi tetep aku link di sini juga kok. Kalo udah, kasi aja komentarnya di sini, ok... Jangan lupa linknya ditulis juga di comment agar mudah saya copy paste guthcu....

3dkartun-mx
Akmal Rizali
Anton Skatel
Dtyo
E-Book Helper
Free Ramadani
Gis Archive
Indra Diky
Jogja-Visit
Klikmails
Moesho
Yunitae
Nofeeblog
Dewi Sutedja